Mendorong Inovasi di Dunia Propulsi Kapal dengan Voith Schneider Propeller (VSP)

    Dalam dunia propulsi kapal, teknologi terus berkembang untuk menciptakan solusi yang lebih efisien, andal, dan serbaguna. Salah satu inovasi penting dalam hal ini adalah Voith Schneider Propeller (VSP), yang telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan manuverabilitas dan performa kapal. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan prinsip kerja VSP, manfaatnya, dan berbagai aplikasi yang relevan.



Prinsip Kerja VSP


Voith Schneider Propeller adalah jenis propeller khusus yang terdiri dari serangkaian bilah yang dapat berputar 360 derajat di sekitar poros vertikal. Setiap bilah propeller ini dapat menghasilkan dorongan dalam segala arah dan sudut, memberikan kontrol yang luar biasa terhadap kapal. Hal ini memungkinkan kapal untuk bermanuver dengan kebebasan penuh, termasuk gerakan lateral, rotasi, dan pergeseran diagonal.


Berbeda dengan propeller konvensional yang memiliki kemampuan terbatas dalam hal manuverabilitas, VSP dapat menghasilkan dorongan ke segala arah tanpa perlu mengubah posisi atau sudut kapal. Setiap bilah propeller VSP dapat menghasilkan gaya dorong vertikal atau horisontal tergantung pada sudut rotasi. Kombinasi gaya dorong dari berbagai bilah propeller memberikan kontrol yang presisi dan instan atas gerakan kapal.


Manfaat Voith Schneider Propeller


1. Manuverabilitas yang unggul: VSP memberikan manuverabilitas yang tak tertandingi, memungkinkan kapal untuk melakukan gerakan kompleks dengan mudah dan cepat. Ini sangat penting dalam situasi seperti bermanuver di sekitar pelabuhan yang padat atau saat memasuki atau keluar dari dok.


2. Stabilitas dan kontrol tinggi: Kemampuan VSP untuk menghasilkan dorongan lateral dan diagonal memungkinkan kapal untuk menjaga stabilitas dan kontrol yang optimal. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko tabrakan dan kecelakaan, serta memastikan keselamatan dan keandalan kapal.


3. Peningkatan efisiensi: VSP memungkinkan kapal untuk mencapai efisiensi pelayaran yang lebih tinggi. Dengan kemampuannya untuk mengubah arah dan intensitas dorongan dengan cepat, VSP memungkinkan kapal untuk mengurangi waktu perjalanan dan konsumsi bahan bakar, serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.


Aplikasi VSP


Voith Schneider Propeller memiliki berbagai aplikasi di berbagai jenis kapal, termasuk:


1. Kapal penumpang dan feri: VSP digunakan dalam kapal penumpang dan feri untuk memastikan manuverabilitas yang tinggi, memberikan keamanan dan kenyamanan kepada penumpang, serta mengurangi waktu pelayaran.


2. Kapal pemadam kebakaran: VSP sangat cocok untuk kapal pemadam kebakaran karena kemampuannya untuk bermanuver dengan cepat dan presisi di


 sekitar area kebakaran, memungkinkan operasi pemadaman yang lebih efektif dan efisien.


3. Kapal keruk dan kapal konstruksi: VSP digunakan dalam kapal keruk dan kapal konstruksi untuk membantu dalam tugas pemuatan dan pembongkaran, serta operasi konstruksi di sekitar perairan yang sempit.


4. Kapal riset dan penjelajah: VSP digunakan dalam kapal riset dan penjelajah untuk memberikan manuverabilitas yang tinggi dan kontrol yang akurat dalam menjelajahi dan memetakan perairan yang sulit dijangkau.


Dengan inovasinya yang terus berkembang, Voith Schneider Propeller terus menjadi pilihan populer di industri maritim. Keunggulannya dalam manuverabilitas, stabilitas, dan efisiensi memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan dan kesuksesan di dunia propulsi kapal.

Ship Knowledge A Modern Encyclopedia

 Buku "Ship Knowledge: A Modern Encyclopedia" adalah sebuah ensiklopedia modern yang menyajikan pengetahuan yang luas tentang kapal. Berikut adalah simpulan tentang buku tersebut:


1. Isi yang Komprehensif: Buku ini menghadirkan informasi yang sangat lengkap dan mendalam tentang segala hal yang berhubungan dengan kapal. Mulai dari sejarah kapal, jenis kapal, struktur kap navigasial, sistem, peralatan pelayaran, hingga prosedur keselamatan di laut.


2. Tertulis dengan Jelas: Penjelasan dalam buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan jelas. Hal ini memudahkan pembaca yang mungkin memiliki berbagai tingkat pengetahuan tentang kapal untuk memahami materi yang disajikan.


3. Ilustrasi dan Gambar yang Menarik: Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi dan gambar-gambar yang mendukung penjelasan teks. Hal ini membantu pembaca untuk memvisualisasikan konsep dan komponen kapal dengan lebih baik.


4. Mengikuti Perkembangan Terkini: Ensiklopedia ini dirancang untuk mencakup perkembangan terkini dalam dunia pelayaran. Hal ini memastikan bahwa pembaca mendapatkan informasi yang mutakhir dan relevan tentang teknologi, regulasi, dan tren terbaru dalam industri kapal.


5. Referensi yang Berguna: Buku ini dapat berfungsi sebagai referensi yang sangat berguna bagi para profesional di industri maritim, pelaut, mahasiswa, dan siapa saja yang memiliki minat dalam kapal dan navigasi. Informasi yang diberikan dapat digunakan sebagai sumber acuan atau panduan praktis dalam pekerjaan sehari-hari.


Secara keseluruhan, "Ship Knowledge: A Modern Encyclopedia" adalah sumber pengetahuan yang komprehensif, mudah dipahami, dan relevan tentang kapal dan navigasi. Buku ini membantu pembaca untuk memahami berbagai aspek kapal, memperbarui pengetahuan mereka, dan menjadi sumber referensi yang berharga dalam dunia maritim.

Menghadapi Ancaman Api dengan Bijak

Menghadapi Ancaman Api dengan Bijak

Kebakaran adalah bencana yang dapat terjadi di mana saja, baik di rumah, gedung, hutan, atau bahkan di tempat umum. Api memiliki potensi merusak yang besar dan dapat menyebabkan kerugian jiwa, harta benda, serta lingkungan. Oleh karena itu, penanggulangan kebakaran merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga keselamatan kita. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa langkah penting dalam penanggulangan kebakaran.



1. Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat

Penanggulangan kebakaran harus dimulai dengan pendidikan dan kesadaran masyarakat. Penting bagi setiap individu untuk mengetahui bahaya kebakaran, cara mencegahnya, dan tindakan yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran. Kampanye publik, pelatihan, dan program keselamatan di sekolah, kantor, dan komunitas harus ditingkatkan untuk memastikan bahwa semua orang memiliki pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan kebakaran.


2. Perencanaan dan Persiapan

Setiap rumah, gedung, atau tempat kerja harus memiliki perencanaan dan persiapan yang baik dalam menghadapi kebakaran. Hal ini termasuk pemasangan peralatan pemadam kebakaran seperti fire extinguisher, sprinkler, dan detektor asap. Selain itu, jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses harus ditandai dengan jelas, dan latihan evakuasi rutin harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua orang tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran.


3. Reaksi Cepat dan Panggilan Darurat

Jika terjadi kebakaran, reaksi cepat sangat penting. Setiap orang harus tahu cara menggunakan alat pemadam kebakaran yang ada di sekitarnya dan harus melaporkan kebakaran secepat mungkin kepada petugas pemadam kebakaran melalui panggilan darurat. Panggilan darurat harus menyediakan informasi yang jelas dan akurat tentang lokasi kebakaran serta situasi yang sedang terjadi.


4. Evakuasi Aman

Evakuasi merupakan langkah penting dalam penanggulangan kebakaran. Ketika terjadi kebakaran, orang-orang harus segera meninggalkan area yang terancam dan menuju titik evakuasi yang telah ditentukan sebelumnya. Penting untuk tetap tenang, tidak berlari, dan menghindari menggunakan lift. Selain itu, orang-orang dengan keterbatasan fisik harus diberikan bantuan ekstra dalam proses evakuasi.



5. Penanggulangan dan Pemadaman Api

Penanggulangan dan pemadaman api harus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yang terlatih dan dilengkapi dengan peralatan yang sesuai. Mereka harus memiliki pengetahuan tentang strategi dan taktik pemadaman api yang efektif. Penting bagi masyarakat untuk memberikan akses yang mudah bagi petugas pemadam kebakaran dan tidak menghalangi jalur mereka.


6. Evaluasi dan Pencegahan Masa Depan

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, penting untuk melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut. Analisis menyeluruh harus dilakukan untuk menentukan penyebab kebakaran dan memperbaiki kelemahan yang ada. Selain itu, tindakan pencegahan kebakaran harus ditingkatkan, seperti menjaga kebersihan, memeriksa kabel listrik secara berkala, dan menghindari penggunaan bahan mudah terbakar secara sembarangan.


Penanggulangan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Setiap orang harus berperan aktif dalam melindungi diri sendiri dan orang lain dari bahaya kebakaran. Dengan pendidikan yang tepat, perencanaan yang baik, reaksi cepat, dan kerjasama antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran, kita dapat mengurangi risiko kebakaran dan menjaga keamanan serta keselamatan kita.

Bahan bakar padat untuk kapal


Bahan bakar padat yang umumnya digunakan untuk kapal adalah batu bara, kokas, dan kayu bakar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat upaya untuk mengembangkan bahan bakar padat alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti biomassa, biobriket, dan pellet kayu.

Batu bara merupakan bahan bakar padat yang paling umum digunakan di dunia, karena mudah didapat dan relatif murah. Namun, penggunaannya memiliki dampak negatif pada lingkungan karena emisi gas rumah kaca dan partikel yang dihasilkan.

Kokas, yang merupakan produk sampingan dari proses pengolahan minyak bumi, digunakan sebagai bahan bakar padat alternatif yang lebih bersih daripada batu bara. Namun, kokas juga memiliki dampak negatif pada lingkungan karena menghasilkan gas beracun dan partikel yang lebih halus.

Kayu bakar adalah bahan bakar padat yang umum digunakan pada kapal tradisional dan kapal nelayan kecil. Namun, penggunaan kayu bakar juga memiliki dampak negatif pada lingkungan karena deforestasi dan emisi yang dihasilkan.

Biomassa adalah bahan bakar padat alternatif yang ramah lingkungan, yang dihasilkan dari limbah pertanian, industri, dan perkebunan. Biobriket dan pellet kayu adalah bentuk biomassa yang diolah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sebagai bahan bakar padat. Kedua bahan bakar padat ini memiliki keuntungan dari sisi emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dan dapat digunakan pada mesin kapal yang ada tanpa perlu modifikasi yang signifikan.

Dalam jangka panjang, penggunaan bahan bakar padat alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti biomassa, biobriket, dan pellet kayu akan menjadi semakin penting untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, penggunaan bahan bakar padat yang lebih bersih juga harus diimbangi dengan efisiensi penggunaan dan biaya yang dapat diterima untuk memastikan keberlanjutan penggunaannya.

Mengungkap Misteri Lautan Biru

 Mengungkap Misteri Lautan Biru

Pengantar: Selamat datang di dunia perkapalan yang penuh dengan petualangan, keajaiban, dan misteri! Lautan luas menawarkan cerita tak terhitung tentang para pelaut yang berani menjelajahi samudra-samudra di seluruh dunia. Dalam blog ini, kita akan memasuki dunia perkapalan yang menarik dan menjelajahi sejumlah topik menarik yang terkait dengan industri ini. Siap untuk memulai perjalanan kita? Ayo!

  1. Awal Mula Perkapalan: Jejak Sejarah Perjalanan Laut Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana perkapalan dimulai dan bagaimana manusia mengatasi tantangan lautan untuk berlayar ke tempat-tempat yang jauh. Dari perahu primitif hingga kapal pesiar modern, kita akan mengikuti jejak sejarah perjalanan laut yang menarik.

  2. Jenis-Jenis Kapal yang Menakjubkan: Melintasi Lautan dengan Gaya Di sini, kita akan menjelajahi berbagai jenis kapal yang ada di dunia perkapalan. Mulai dari kapal barang yang raksasa hingga kapal pesiar mewah yang menawarkan fasilitas modern, setiap jenis kapal memiliki keunikan dan peran penting dalam industri perkapalan.

  3. Meretas Lautan: Navigasi dan Teknologi Maritim Mari kita pelajari tentang teknologi yang digunakan dalam navigasi kapal dan pemetaan lautan. Dari kompas dan peta hingga GPS dan teknologi pemetaan modern, peran teknologi dalam menjelajahi lautan semakin penting. Temukan bagaimana para navigator menggunakan alat ini untuk melintasi samudra yang luas.

  4. Jelajahi Hidup di Atas Kapal: Kehidupan Pelaut yang Menantang Dalam artikel ini, kita akan memperoleh wawasan tentang kehidupan di atas kapal. Bagaimana para pelaut beradaptasi dengan kehidupan di laut yang terisolasi? Apa tantangan yang mereka hadapi sehari-hari? Kita akan mempelajari rutinitas harian, tanggung jawab, dan ikatan sosial yang terbentuk di antara para pelaut.

  5. Kecelakaan dan Penemuan Laut yang Terkenal Lautan menyimpan rahasia yang mendalam. Mari kita menjelajahi beberapa kecelakaan kapal terkenal dan penemuan menakjubkan yang telah membantu kita memahami sejarah dan kekayaan lautan. Dari tenggelamnya Titanic hingga penemuan reruntuhan kapal kuno, kita akan menyelami misteri yang menggetarkan.

  6. Perkapalan dan Lingkungan: Menavigasi Menuju Keberlanjutan Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak perkapalan terhadap lingkungan dan upaya yang dilakukan untuk menjaga keberlanjutan industri ini. Dari perlindungan terhadap spesies laut yang terancam punah hingga inovasi teknologi untuk mengurangi emisi, mari kita jelajah


pelayaran berbahan bakar hydrogen

Penerapan pelayaran menggunakan hydrogen, atau yang dikenal sebagai pelayaran berbahan bakar hydrogen (Hydrogen-powered shipping), merupakan sebuah konsep yang sedang dieksplorasi dan dikembangkan sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam transportasi laut.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan pelayaran menggunakan hydrogen:


1. Produksi Hydrogen: Hydrogen dapat diproduksi melalui berbagai metode, termasuk elektrolisis air, pemisahan hidrokarbon, dan proses lainnya. Penting untuk mempertimbangkan sumber daya dan metode produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak lingkungan dari produksi hydrogen itu sendiri.

2. Infrastruktur Penyimpanan dan Distribusi: Hydrogen adalah bahan bakar yang memiliki kepadatan energi yang rendah, sehingga memerlukan infrastruktur penyimpanan dan distribusi yang khusus. Kapal yang menggunakan hydrogen sebagai bahan bakar harus dilengkapi dengan tangki penyimpanan hydrogen yang aman dan efisien, serta sistem distribusi yang memungkinkan pengisian hydrogen secara efektif di pelabuhan.

3. Teknologi Fuel Cell: Pada kapal hydrogen-powered, hydrogen biasanya digunakan dalam fuel cell untuk menghasilkan energi listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor dan sistem kapal. Fuel cell mengkonversi hydrogen dan oksigen menjadi air, dengan menghasilkan energi listrik sebagai produk sampingan. Teknologi fuel cell harus dikembangkan dan ditingkatkan agar lebih efisien, handal, dan terjangkau untuk digunakan di kapal-kapal besar.

4. Keamanan: Hydrogen memiliki sifat yang sangat mudah terbakar dan mudah meledak dalam konsentrasi tertentu. Oleh karena itu, keselamatan menjadi aspek yang sangat penting dalam penerapan pelayaran hydrogen. Kapal yang menggunakan hydrogen sebagai bahan bakar harus dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih, termasuk detektor kebocoran hydrogen, sistem ventilasi, dan prosedur keamanan yang ketat.

5. Regulasi dan Standar: Untuk mendorong adopsi pelayaran hydrogen, diperlukan regulasi dan standar yang jelas dan konsisten. Regulasi tersebut harus mencakup aspek-aspek seperti keselamatan, produksi dan penyimpanan hydrogen, infrastruktur, dan pemeliharaan kapal hydrogen-powered.

Meskipun penerapan pelayaran hydrogen masih dalam tahap pengembangan, konsep ini memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon dan dampak lingkungan dari sektor pelayaran. Namun, ada tantangan teknis, ekonomi, dan infrastruktur yang harus diatasi sebelum pelayaran hydrogen dapat diadopsi secara luas sebagai solusi transportasi laut yang berkelanjutan.

Memanfaatkan Potensi Pembangkit Listrik dengan Angin di Kapal Niaga



Pendahuluan:
Pemanasan global dan kekhawatiran terhadap dampak negatif penggunaan bahan bakar fosil telah mendorong penelitian dan pengembangan energi terbarukan. Salah satu sumber energi terbarukan yang sedang berkembang pesat adalah energi angin. Di tengah peningkatan permintaan energi, kapal niaga menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi angin sebagai pembangkit listrik alternatif. Artikel ini akan membahas potensi pembangkit listrik dengan angin di kapal niaga dan manfaat yang dapat dihasilkannya.

1. Konsep Pembangkit Listrik dengan Angin di Kapal Niaga:
Pembangkit listrik dengan angin di kapal niaga didasarkan pada penggunaan turbin angin yang terpasang di atas kapal. Turbin angin menggunakan energi kinetik angin untuk menghasilkan listrik melalui generator. Dalam hal ini, angin berperan sebagai sumber energi yang tidak hanya membantu dalam gerakan kapal, tetapi juga membangkitkan listrik untuk kebutuhan operasional di atas kapal.

2. Keuntungan dan Manfaat:
a. Energi Terbarukan: Penggunaan pembangkit listrik dengan angin di kapal niaga memungkinkan penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

b. Efisiensi Bahan Bakar: Dengan menggunakan energi angin sebagai sumber daya tambahan, kapal niaga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Hal ini dapat menghasilkan penghematan biaya operasional yang signifikan.

c. Diversifikasi Energi: Membangun sistem pembangkit listrik dengan angin di kapal niaga memungkinkan diversifikasi sumber energi di atas kapal. Dengan adanya energi angin, kapal dapat mengandalkan sumber energi yang lebih beragam dan dapat diakses di berbagai kondisi cuaca.

d. Perawatan dan Pemeliharaan: Turbin angin modern pada kapal niaga umumnya dirancang untuk membutuhkan sedikit perawatan dan pemeliharaan. Ini berarti bahwa kapal dapat mengandalkan sistem pembangkit listrik dengan angin dengan biaya perawatan yang rendah.

3. Tantangan dan Solusi:
a. Desain Kapal yang Optimal: Perancangan kapal yang efisien dan sesuai dengan penggunaan turbin angin adalah tantangan penting yang harus diatasi. Ini melibatkan studi dan analisis yang cermat tentang kecepatan dan arah angin, serta penempatan turbin yang optimal pada kapal.

b. Integrasi dengan Sistem Energi Kapal: Pembangkit listrik dengan angin harus terintegrasi dengan baik dengan sistem energi kapal yang ada. Dalam hal ini, perlu dikembangkan sistem pengaturan daya yang cerdas untuk mengoptimalkan pengguna

Manusia dan Keindahan

A .Latar Belakang

Berbicara tentang makna dari manusia, maka tidak akan habis pembahasannya sebab pembahasan ini sangatlah kompleks dan belum ada manusia yang dapat menjawab tentang substansi manusia. Berbagai pendapat yang dilontarkan oleh beberapa ilmuwan mengenai manusia, ternyata beelum ada yang mampu menjawa seluruh substansi manusia. Sebagai contoh; teori evolusi darwin dalam buku “On The Origin Of Species” (terbit tahun 1959 di Inggris) mengatakan tentang sebuah teori asal usul species melelui seleksi alam dan bertahannya ras-ras yang beruntung dalam mempertahankan hidup. Teori ini memberikan acuhan bahwa manusia adalah keturunan kera. Kemudian teori darwinisme tersebut diteliti kembali oleh P.P Grasse guna mencari kebenaran teori tersebut. Dan ternyata dalam bukunya yang berjudul “L’homme Accusation” (manusia sebagai tertuduh) tidak terbukti bahwa manusia merupakan keturunan dari kera. Akhirnya hanya Al qur’anlah yang mampu manjawab makna dari manusia secara komprehensif. Sehingga makna manusia menurut al qur’an adalah suatu mahluk yang diciptakan oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya,dan diciptakan dari air yang terpancar dari antara tulang punggung laki-laki dan tulang dada perempuan ,dengan satu tujuan yaitu menyembah (beribadah) allah Dari pengertian diatas jelaslah sudah arti dari manusia, dimana manusia adalah mahluk paling baik dalam hal bentuknya karena tidak ada mahluk dhahir lain di dunia ini yang bentuknya sebaik manusia. Manusia diciptakan dari air yang terpancar dari antara tulang punggung lelaki dan tulang dada perempuan, hal ini jelas karena adanya seorang anak tidak lepas dari hubungan biologis antara laki-laki yang menghasilkan sperma dan perempuan yang menghasilkan ovum. Pertemuan sperma dan ovum inilah yang menyebabkan lahirnya manusia baru. B. Tujuan Adapun tujuan dari pembahasan kali ini yaitu : · Dapat memahami tentang apa arti keindahan. · Mengetahui berbagai jenis bentuk dari keindahan. · Dapat mengetahui hubungan keindahan dengan manusia. · Tidak terjerumus dalam keindahan yang menyesatkan yang membuat kita memujanya, padahal yang harus kita puja adalah Tuhan Yang Maha Esa.




B.Masalah
Dalam penjelasan kali ini kita akan membahas mengenai hal tentang keindahan dan semua kompleksitasnya adalah bagaimana dia mampu untuk memahami dirinya lalu dia mampu untuk memahami orang lain. Bagaimana dia menerapkan ilmu-ilmu kehidupan tentang keindahan yang dimilikinya. Oleh karena itu hal ini sangant menarik sekali untuk dibahas. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas, antara lain: a. Apakah pengertian umum dari keindahan? b. Apa saja jenis – jenis pengertian keindahan? c. Mengapa manusia menciptakan keindahan? d. Apa hubungannya manusia dan keindahan? e. Bagaimana cara mengetahui keindahan? Mungkin dalam benak anda sudah sering mendenganya dalam kehidupan bermasyarakat.Dalam makalah ini kami akan menjelaskan lebih luas dan sesuai dengan pakar-pakar yang berkomperten dalam hal Sosial Budaya.Kami juga menambahkan materi-materi dari internet sehingga menambah intisari makalah kami. Dalam kehidupan bermayarakat sendiri sering terjadi polemik tentang keindahan ini.dimana dalam masyarakat itu sendiri sering berbenturan dengan prinsip-prinsip yang mereka pegang.dimana setiap golongan memiliki cara berfikir berbedan dan prinsip yang kuat.Seperti yang terjadi pada bangsa barat (eropa) dan Bangsa timur (Asia).

C.Pembahasan.
Pengertian Keindahan Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Menurut The Liang Gie dalam bukunya "G,a-ris Besar Estetik" (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata "beautiful", Perancis "beau", Italia dan Spanyol "bello", kata-kata itu ber asal dari- bahasa Latin "bellum". Akar katanya adalah ''bonum" yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi' ''bonellum'' dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis "bellum". Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian: 1. Keindahan dalam arti luas. Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan. . Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi : · keindahan seni · keindahan alam · keindahan moral · keindahan intelektual. 2. Keindahan dalam arti estetik murni. Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya. 3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat. b. Nilai estetik Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ''Dictionary of Sociology and Related Science" diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut : '"The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group" (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok). Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya. Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah: - Nilai ekstrinsik Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ("instrumental! Contributory value"), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya :Puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik - Nilai intrinsik Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik . B. Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini : 1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy); 2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten). 3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer). 4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann). 5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). . 6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume). 7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis). Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut : 1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya. Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat. 2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya. Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah. 3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya. Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya. Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain. C. Alasan Manusia Mencipta Keindahan Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan "lebih cantik dari warna aslinya". Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan, misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah. Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan. D. Hubungan manusia dan keindahan manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan. Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan "kehendak atau keinginan" pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri. Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa "yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang "baik", yang "indah". Maka "keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan "(ke) manusia (annya)" tidak terganggu. Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis. Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini. E. Cara-cara untuk mengetahui suatu keindahan 1.Renungan Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek. . Renungan atau pemikiran yang dibahas dalam makalah ini ialah yang berhubungan dengan keindahan. Setiap hasil seni lahir dari hasil renungan. Tanpa direnungkan hasil seni tidak mencapai keindahan. Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindaban atau periciptaan keindahan didasarkan atas tiga macam teoritialah teori pengungkapan, teori metafisika, dan teori psikologis. 2.Keserasian Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar rasi artinya cocok , sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang. Karena itu, dalam keindahan itu, sebagian besar ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualita/pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal; Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetry), keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast). Selanjutnya dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari. berbagai keselarasan dan pertentangan dari garis, warna, bentuk dan kata-kata. Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat. Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal. 3.Kehalusan Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban. Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

D. Kesimpulan
Dari uraian-uraian diatas jelaslah sudah pembahasan tentang “manusia dan keindahan” dimana manusia adalah mahluk yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk sehingga manusia sendiri bisa dikatakan sebagai sesuatu yang memiliki keindahan. Sedang keindahan adalah segala sesuatu yang dapat memdatangkan rasa senang. Hubungannya dengan manusia adalah hubungan yang sangat erat dan tidak akan dapat dipisahkan dengan apapun. Manusia tanpa keindahan, maka hidupnya tidak akan sempurna sebab salah satu unsur dari kehidupan adalah kdanya keindahan. Keindahan tanpa manusia adalah sesuatu yang mustahil karena yang bisa merasakan adanya keindahan hanyalah manusia.

kapal kayu


kapal adalah mode transportasi yang sudah ada sejak dahulu .Kapal digunakan bukan hanya untuk alat p engangkut manusia saja ,tetapi kapal juga bisa digunaka untuk mengankut logistik atau kebutu han manusia itu sendiri.Demikian juga kapal kayu yang sejak dahulu sampai sekarang diguakan .





A. Penentuan Konstruksi Kapal Kayu

Perencanaan kapal kayu perairan pantai dengan dimensi pokok sebagai berikut:

Panjang (L) : 17 m

Lebar (B) : 4,5 m

Tinggi (H) : 2,5 m

Sarat air (T) : 2,0 m

Cb : 0,6 m

Karena dalam pembuatan kapal kayu bahan utama yang dipergunakan adalah kayu, maka kayu harus diperhatikan dalam penggunaannya. Maka untuk bagian konstruksi yang penting harus dipergunakan kayu dengan mutu minimum kelas kuat III dan kelas awet III. Selain itu kayu yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan kayu yang dipergunakan untuk bagian-bagian konstruksi kapal kayu, yaitu:

· Kualitas kayu yang baik

· Kayu tidak celah cacat dan tidak pecah-pecah

· Kayu tidak berlubang pada lingkaran tahun

· Kayu harus tahan terhadap air,cuaca musim, jamur serangga

· Kayu tidak mudah dimakan tiram dan tidak mudah lengkung

Sedangkan bahan pengikat yang dipergunakan untuk pengikat-penguat bagian-bagian konstruksi kapal kayu adalah paku, sekrup, mur-baut dan klem. Sedang bahan yang dipergunakan untuk menjamin kekedapan antara sambungan-sambungan konstruksi (papan-papan kayu) adalah pakal, dempul dan cat. Bahan pakal yang dipergunakan untuk pekerjaan pendupulan antara lain:

- ter ditambah sedikit pasir

- dammar + minyak tanah + minyak cat

Untuk konstruksi yang melengkung maka diperelukan kayu yag melengung, berikut cara untuk melengkungkan kayu :

1. Cara pemanasan (dengan pertolongan api) yaitu balok kayu yang akan dilengkungkan dipanasi dengan api (yang diperoleh dari kompor api atau blander api)
2. Cara penguapan (dengan pertolongan uap air) yaitu balok kayu yang akan dilengkungkan dimasukkan kedalam kotak, kemudian uap air dimasukkan kedalam kotak tersebut. Cara penguapan memerlukan waktu kira-kira 2-4 jam.

Dalam menentukan ukuran balok-balok konstruksi kapal kayu tergantung dari:

1. Angka penunjuk : L(B/3 + H) = 17 (4,5/3 + 2,5)

= 17 x 4 (m2)

= 68 m2

2. Daerah pelayaran :

pelayaran pantai.

Penentuan balok/ukuran balok-balok konstruksi kapal kayu;

1. Lunas

Ukuran lebar x tinggi lunas (lunas luar dan lunas dalam) didapat dari table 1 serta tergantung dari angka penunjuk L(B/3 + H). Karena angka penunjuknya 68 m2 maka kapal hanya memiliki lunas luar dan tidak perlu mempunyai lunas dalam. Sehingga ukuran lunasnya 235 x 365 serta luas penampang 855 cm2

2. Linggi Haluan dan Linggi Buritan

a. Ukuran lebar x tinggi linggi haluan didapat dari tabel 1 yaitu 200 x 300 mm. tinggi linggi haluan diatas garis air muat > 80% dari linggi haluan sehingga menjadi =

300 mm + (80% + 300 mm) = 540 mm

Tinggi linggi buritan ≥ 105% dari tinggi linggi haluan =

300 mm + (105% + 300 mm) = 615 mm

Lebar linggi buritan = lebar linggi haluan = 200 mm.

Panjang linggi haluan yang dibutuhkan sekitar 5 m.

b. Linggi Baling-baling

Jarak antara tabung buritan dengan sisi dalam sponeng > 20 mm. Apabila angka penunjuk : L(B/3 + H) >120, maka jarang antara lubang tabung buritan dengan sisi dalam sponeng > 25 mm.

Lutut linggi sebagai sebagai penguat sambungn antara linggi dengan lunas luar lutut linggi harus berimpitan dengan lunas luar dan linggi haluan sepanjang 3 x tinggi lunas.

c. Ketentuan yang harus dipenuhi untuk sambungan linggi antara lain :

- sambungan linggi haluan harus terletak diatas garis air-garis muat dengan panjang sambungan 5 x tinggi linggi haluan.

- sambungan antara lunas dengan linggi haluan/linggi buritan harus dipasang stop water dititik pertemuan antara sponeng dengan sambungan.

3. Gading dan Wrang

a. Ada 4 macam jenis gading, yang digunakan yaitu jenis gading lengkung tunggal yang mempunyai bentuk dasar U.

b. Ukuran gading

Panjang jarak gading dapat dilihat dari tabel 6a. Tergantung dari angga penunjuk:

L (B/3 + H) = 68 m2, jarak gading diambil sesuai dengan angka penunjuk tersebut jika tidak terdapat yang sesuai maka dapat dicari dengan interpolasi.

Maka jarak gading = a = 380 + ((68-60)/(70-60)) x (405-380) = 380 + 8/10 x 25

= 380 + 20 = 400 mm

Untuk tinggi dan tebal gading adalah

B/3 + H = 4,5/3 + 2,5 = 4 m

Ukuran tebal x tinggi didapat dari tabel 6.

Modulus untuk jarak gading 100 mm = W100 = 90 cm2

Maka modulus untuk jarak gading 400 mm = 90 x 400/100 = 360 cm2

Tebal dicari dengan cara interpolasi :

Tebal gading = 95 + (360-342)/(400-342) x (100-95) = 95 + 18/58 x (5) = 96,55 mm

= 97 mm

Tinggi gading = 147 + (360-342)/(400-342) x (155 - 147) = 149,48 mm

= 150 mm

Tinggi gading = 110 + (360-342)/(400-342) x (116 – 110) = 111,86 mm

= 112 mm

Jadi, tebal gading = 97 mm

Tinggi gading = 150 mm

= 112 mm

c. Hubungan antara gading dengan wrang

Gding lambung kiri dan gading lambung kanan dihubungkan dengan wrang. Tinggi wrang didapat dari tabel 4 (diukur dari sisi atau lunas luar). Tinggi untuk kapal pelayaran dan untuk kapal dengan lunas luar saja,yaitu :

B/3 + H = 4 m

Maka tinggi wrang = 240 + (4-3,8)/(4,2-3,8) x (260-240) = 250 mm dari sisi atas lunas luar.

Tebal wrang = tebal gading = 97 mm

Panjang wrang ≥ 0,4 B’ (B’ = lebar kapal setempat)

d. Banyaknya gading pada panjang kapal 17 m dengan jarak gading 400 mm adalah 43 gading. Jadi banyaknya kebutuhan gading :

· pajang gading terbesar yaitu B + 2xH = 4,5 m + 2 x 2,5 m = 9,5 m

· jika banyak gading 43 gading, maka = 9,5 m x 43 gading

= 408,5 m

· karena Cb = 0,6 maka panjang gading yang dibutuhkan didapatkan

= 0,6 x 408,5 m = 245,1 m. Dengan tebal 97 mm.

4. Galar Balok dan galar kim

a. Terdapat 3 macam galar balok, yaitu:

· galar balok utama

· galar balok samping-galar balok sisi

· galar balok bawah

Pada angka penujuk L(B/3 + H) ≥ 55 maka setiap sisi/lambung harus dipasang galar balok utama, galar balok samping dan galar balok bawah.

Ukuran tebal x tinggi galar balok didapat dari tabel 5.

v Galar balok utama

Tinggi = 295 + (68-60)/(70-60) x (325-295) = 295 + 8/10 (30) = 319 mm

Tebal = 61 + (68-60)/(70-60) x (67-61) = 65,8 mm

= 66 mm

Tinggi = 275 + (68-60)/(70-60) x (305-275) = 299 mm

Tebal = 65 + (68-60)/(70-60) x (72-65) = 70,6 mm à

= 71 mm

v Galar balok samping

Tinggi = 96 + (68-60)/(70-60) x (105-96) = 103,2 mm

= 104 mm

Tebal = 104

v Galar balok bawah

Tinggi = 174 + (68-60)/(70-60) x (185-174) = 182,8 mm

= 183 mm

Tebal = 53 + (68-60)/(70-60) x (59-53) = 57,8 mm

= 58 mm

Jadi tinggi x tebal :

à Galar balok utama : 319 mm x 66 mm ~ 299 mm x 71 mm

à Galar balok samping : 104 mm x 104 mm

à Galar balok bawah : 183 mm x 58 mm

Diluar daerah 0,25 L1 dan 0,75L1 penampang galar balok dapat diperkecil secara berangsur-angsur 75%.

b. Galar kim harus dipasang pada setiap sisi/lambung kapal, dimana galar kim dapat terdiri dari beberapa balok kayu. Ukuran tebal x tinggi didapat dari tabel 5.

Ukuran tebal x tinggi :

Tinggi = 245 + (68-60)/(70-60) x (255-245) = 253 mm

Tebal = 58 mm

Diluar penampang 0,25 L1 dan 0,75 L1 penampang galar kim dapat diperkecil secara berangsur-angsur sampai 75%. Galar kim boleh disambung memanjang dan harus dipasang dari muka sampai belakang kapal. Untuk kapal yang mempunyai palkah ikan, galar kim dapat terputus pada dinding sekat palkah sekat ikan, tetapi galar kim dengan dinding sekat dihubungkan dengan lutut.

c. panjang galar yang dibtuhkan diperkirakan sampai sepanjang kapal yaitu +/- 7 m.

5. Pengikat linggi

a). Galar balok dan galar kim dengan linggi haluan/buritan harus dihubungkan dengan pengikat linggi (pengikat linggi terbuat dari baja atau kayu).

b). pengikat linggi = lutut linggi harus sampai gading yang terletak dibelakang linggi haluan atau gading yang terletak dimuka linggi buritan, tetapi panjang lengan pengikat linggi ≥ 600 mm.

c). Penampang penikat linggi tergantung dari angka penunjuk L(B/3+H). penampang linggi didapat dari tabel 3.

Penampang pengikat linggi = 20 + (68-60)/(70-60) x (24-20) = 20,8 mm

= 21 mm

Penampang lengan lutut linggi dari kayu = penampang gading tunggal :

Tinggi = 112 ~ 150 mm

Tebal = 97 mm

6. Kulit Luar

a. ukuran tebal papan kulit luar didapat dari tabel 6. Kapal yang memiliki angka penunjuk L(B/3+H) > 50 maka kapal mempunyai lajur lunas dan lajur sisi atas yang tebalnya harus lebih besar dari yang lainnya dan lajur alas.

Tebal sisi dan alas = 42 + (68-60)/(70-60) x (45-42) = 44,4 mm

= 45 mm

Papan lajur sisi atas dan lunas :

Lebar = 460 + (68-60)/(70-60) x (490-460) = 484 mm à 480

Tebal = 49 + (68-60)/(70-60) x (52-49) = 51,4 mm à 52 mm

Diluar penampang 0,25 L1 dan 0,75 L1 penampang galar kim dapat diperkecil secara berangsur-angsur sampai tebalnya sama dengan tebal lajur sisi dan lajur alas.

Tebal papan kulit luar didapat dari tabel 6 untuk jarak gading menurut 2-3, apabila jarak gading diperbesar maka tebal papan harus ditambah menurut perbandingan lurus.

7. Balok geladak dan lutut balok geladak

a. jarak balok geladak didapat dari tabel 7. jarak balok geladak disesuaikan dengan jarak gading yaitu 400 mm.

b. ukuran lebar x tinggi balok geladak didapat dari tabel 8, dimana ukuran balok geladak tergantung dari :

· Panjang setiap balok geladak

· Jarak antara balok geladak

Untuk panjang balok geladak minimal setengah lebar kapal,

maka panjang balok geladak = ½ B = ½ 4,5 m = 2,25 m à 2,4 m

jarak balok geladak = 400 mm

lebar kapal = 4,5 m

Beban geladak untuk jarak balok geladak 100 mm = 0,454 t/cm2

Modulus balok kayu W100 = 8,6 cm3

Maka beban galadak untuk lebar kapal 4,5m

= 0,534 + (4,5-4,4)/(4,8-4,4) x (0,55-0,534) =0,538 t/m2

Modulus balo kayu W400 = 8,6 x 4,0 x 0,538/0,454 = 40,7 cm3 à 40 cm 3

Tegangan yang diijinkan untuk balok geladak kapal kayu =

σk = 260kg/cm2

8. Geladak

a. Ukuran tebal papan geladak didapat dari tabel 7, yaitu 53 mm.

lebar papan geladak = 75 mm à untuk kapal-kapal kecil

100 ~ 130 à untuk kapal-kapal besar

Papan geladak terbuat dari papan yang dipotong secara radial dan sepanjang mungkin.

9. Pagar

a. Apabila panjang kapal L>12 m maka tinggi pagar > 500 mm.

Tebal papan pagar = 0,7 x tebal papan kulit pagar.

Tebal pagar juga dapat diambil dari tabel 7, yaitu 40 mm.

b. Penahan-penahan pagar

Pagar harus diperkuat dengan penyokong pagar. Penyokong ini ditempatkan pada setiap gading yang ketiga (setiap gading yang kedua) atau jarak antara penegar-penegar pagar. = 1 ~ 2 x jarak gading. Ukuran penegar didapat dari tabel 3 seperti pada menghitung gading-gading.

Jarak antar penegar pagar = 1 x jarak gading = 1 x 400 mm = 400 mm.

Jika jarak antar penegar = jarak antar gading maka ukuran penegar juga sama dengan ukuran gading, yaitu :

Tebal = 97 mm

Tinggi = max = 150 mm

min = 112 mm

c. Pagar dalam

Tebal pagar dalam = tebal pagar = 40 mm

Lebar pagar dalam tergantung tergantung dari panjang kapal yaitu panjang kapal L>12 m, lebar pagar dalam = 250 mm, dimana lebar setiap lajur 75 – 130 mm.

d. Tudung pagar

Tebal tudung pagar = 1,5 ~ 2 x tebal papan geladak = 1,5 x 53 mm = 80 mm.

Lebar tudung pagar minimal = tinggi gading (satu lajur papan) = 112 mm.

Sambungan antara lajur-lajur papan dalam dan lajur-lajur tudung pagar dengan memakai sambungn tumpul dan dipasang kayu penyambung didalam pagar dalam serta dibawah tudung pagar.

e. Pisang-pisang = tender

Berfungsi sebagai pelindung sisi-lambung kapal dari benturan-benturan. Dimana pisang-pisang dipasang pada garis geladak dan pada lebar kapal ang terbesar. Pada umumnya pisang-pisang berbentuk setengah lingkkaran, dimana diameter pisang-pisang = 2 ~ 2,5 x lebar lajur-lajur papan kulit luar = 2 x 480 mm = 960 mm

10. Sekat Kedap Air

a. Ada 4 macam sekat kedap air, yaitu:

- sekat tubrukan

- sekat palkah

- sekat kamar mesin

- sekat buritan

b. Konstruksi sekat kedap air terdiri dari :

- Papan sekat kedap air, dimana tebal papan sekat didapat dari tabel 9.

- penegar sekat kedap air, dimana ukuran lebar x tinggi penegar sekat didapt dari tabel 9.

Jarak penegar sekat 530 mm

Jarak penegar sekat tubrukan 425 mm

Tebal sekat kedap air = 45 + (68-60)/(70-60) x (55-45) = 53 mm

Panjang penegar yang berlaku adalah ukuran panjang dari sisi bawah sekat sampai geladak ruang ikan disini menggunakan tinggi kapal (H) = 2,5 m

Maka modulus penampang penegar untuk jarak dasar penegar 100 mm

W100 untuk sekat biasa = 69 cm3

Untuk sekat tubrukan = 85,8 cm3

Maka modulus untuk jarak penegar 530 mm adalah

W530 untuk sekat biasa = (69 x 530)/ 100 = 365,7 cm3 à 366 cm3

W530 untuk sekattubrukan = (85,8 x 530)/ 100 = 454,74 cm3 à 455 cm3

Penegar untuk sekat biasa W530 = 366 cm3

Lebar = 90 + (366-324)/(375-324) x (100-90) = 98,23 mm à 98 mm

Tinggi = 140 + (366-324)/(375-324) x (150-140) = 148,23 mm à 148 mm

Penegar untuk sekat tubrukan W530 = 455 cm3

Lebar = 100 + (455-375)/(500-375) x (165-150) = 159,6 mm à160 mm

11. Pondasi Mesin

a. Ukuran pondasi mesin penggerak kapal tergantung dari :

- tenaga motor

- berat dan ukuran mesin

- roda gigi dan bantalan tekan

- angka perputaran dan jumlah silinder

- sifat perputaran motor

- bentuk konstruksi pondasi (sambungan antara pembujur pondasi dengan wrang)

b. Konstruksi pondasi mesin terdiri dari :

- Pemikul bujur kayu yang tunggal

- konstruksi baja atau kombinasi pemikul bujur kayu dengan penegar baja, yang dihubungkan pada wrang dan gading.

Dimana pemikul bujur kayu harus panjang (dapat memikul mesin, roda gigi dan bantalan tekan).

Panjang pondasi mesin = panjang sekat depan sampai sekat bagian buritan kapal (dimana kamar mesin terletak dibelakang).

B. Teknis pelaksanaan kerja :

Pelaksanaan yang dilakukan secara garis besar yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Pelaksanaan pembuatan kapal kayu secara teknis dimulai dengan peletakan lunas, yang selanjutnya secara berurutan dilaksanakan pemasangan linggi, balok air, balok susur, balok-balok poros, transom dan balok caping.

2. Dilanjutkan dengan pemasangan gading yang sudah disatukan dengan wrang. Kemudian untuk menguatkan gading dipasang balok deck, senta, lunas dalam, balok girder, dan tang penegak dan dilakukan pengontrolan, kelurusan, dan keserasian gading.

3. Dipasang papan pengapit (papan kulit pertama yang berhunbungan dengan lunas)yang dilanjutkan pemasangan papan kulit berikutnya. Pemasangan papan kulit pada sisi gading kanan harus bersamaan dan seimbang dengan sisi gading sebelah kiri sampai pekerjaan selesai. Bila pemasangan papan kulit tidak seimbang dan bersamaan, maka akan berpengaruh terhadap bentuk dan kestabilan dari kapal tersebut. Pemasangan papan deck bisa dilaksanakan bersamaan dengan papan kulit, kecuali pada bagian-bagian yang menjadi bukaan geladak utama.

Perbedaan prinsip yang nyata pada pelaksanaan pembuatan kapal kayu secara tradisional dengan secara teknik terletak pada konstruksi pemasangan geladak dan pada pemasangan papan kulit, dimana secara tradisi papan kulit dipasang terlebih dahulu sebelum pemasangan gading dan konstruksi pemasangan gading tidak diperkuat dengan wrang yang langsung di atas lunas, sehingga bentuk kapal dilaksanakan sama dengan bentuk papan kulit.

Sedangkan cara teknis pemasangan papan kulit mengikuti bentuk dan kedudukan gading. Selain hal tersebut pada umumnya pembuatan secara tradisi tanpa menggunakan pedoman gambar dan bestek, sehingga setelah kapal selesai tidak sesuai dengan rencana yang diharapkan.

C. Tinjauan Ekonomi Kapal Kayu

Saat ini kapal kayu sudah mulai ditinggalkan karena terjadi perkembangan tegnologi yang sangat pesat. Saat ini sudah mulai dikembangkan kapal-kapal yang terbuat dari fiberglass dan ferosement. Hal ini dikarenakan dari segi teknik bahan ini lebih sederhana dibandingkan dengan bahan dari kayu. Serta dalam ketersediaan bahan untuk saat ini bahan dari fiberglass dan ferosement lebih mudah didapatkan.

Kapal kayu sebenarnya di Indonesia saat ini masih dilestarikan hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya nelayan Indonesia yang masih menggunakan kapal kayu untuk kegiatan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena dilihat dari segi ekonomi kapal kayu masih lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Kapal kayu lebih ekonomis disebabkan karena teknologi yang digunakan masih sederhana atau bias dibilang dengan cara tradisional sedangkan kapal dengan fiberglass, ferrosement ataupun baja menggunakan tegnologi yang sudah maju.

Namun dalam perkembangannya kapal kayu mulai ditinggalkan karena keekonomisannya mulai berkurang hal ini disebabkan ketersediaan bahan bakunya sudah mulai susah untuk dicari. Karena pada saat ini sudah diatur tentang kerusakan lingkungan. Maka untuk penebangan hutan juga mulai dibatasi dan diatur secara ketat supaya tidak merusak lingkungan. Maka hal ini berakibat pada terbatasnya bahan baku kayu yang digunakan untuk membangun kapal. Karena keterbatasan bahan ini pula menyebabkan harga kayu juga semakin naik.

Yang membedakan kapal kayu dengan kapal yang lain yang sangat terasa yaitu dari segi ekonomi. Berikut terdapat beberapa alasan untuk menggunakan bahan baku kayu dibandingkan dengan bahan yang lain, yaitu:

1. berat jenis yang lebih ringan disbanding dengan baja dan ferrosement.

- kayu = 0.3 s/d 0.9 kg/dm3

- baja = 7.8 kg/dm3

- ferrosement = +/- diatas 3 kg/dm3

2. bukan penghantar panas dan listrik yang baik
3. untuk daerah tropis keberadaannya masih relative lebih mudah didapatkan dan harganya masih lebih murah disbanding baja, fiberglass atau ferrosement.
4. tersedia macam/jenis kayu dengan kualitas yang bervariasi

Kebenaran Pemanasan Global

A. Latar Belakang
Sejak dahulu manusia sampai sekarang, manusia mengalami perkembangan setiap periode waktu yang dilewatinya yang telah kita kenal dengan berbagai jaman seperti jaman meolitikum, neolitikum. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Dengan orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula.

Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami jaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang perindustrian. Dengan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif.

Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia serta manusia dan kehidupannya.

Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat ini. Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, namun masalah Global Warming ini tidaklah dapat dipungkiri untuk diteliti dan ditelaah lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.

Untuk itu, Karya Tulis yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan kebenaran mengenai masalah pemanasan Global ini dengan berdasarkan studi literature dari berbagai sumber yang terpercaya dan kompeten. Pembahasan dan penjelasan yang dilakukan pun akan ditinjau dari sudut pandang pihak yang pro dan pihak yang kontra. Dalam Karya Tulis ini pun akan menyajikan fakta-fakta yang memperkuat keberadaan masalah pemanasan Global ini.

B. Identifikasi Masalah
Timbulnya masalah pemanasan Global yang merupakan masalah lingkungan ini, telah menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam hubungannya dengan sebab, keberadaan dan efek atau dampak yang diakibatkan dari pemanasan Global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah pemanasan Global ini dapat diuraikan seperti dalam beberapa point berikut:

1. Apakah pemanasan Global selalu memberi dampak buruk?
2. Apakah pemanasan Global akan meningkatkan frekuensi terjadinya badai?
3. Apakah penyebab terbesar dari terjadinya Global Warming adalah emisi manusia dari “efek rumah kaca” (“green house effect”)?
4. Apakah pemanasan Global akan menyebabkan peningkatan terjadinya banjir, kekeringan, pertumbuhan hama secara cepat dan peristiwa alam atau cuaca yang ekstrim?
5. Apakah emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran fosil merupakan penyebab terbesar dari perubahan cuaca?
6. Apakah ada keuntungan potensial yang dapat diakibatkan dari peningkatan temperatur?

Pemanasan Global ini mengakibatkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. Tanpa adanya pemanasan Global, tidak akan ada kehidupan di dunia, karena suhu di bumi yang rendah dan manusia tidak akan bisa hidup dalam kondisi suhu yang rendah. Pemanasan Global telah meningkatkan suhu bumi sampai suhu rata-ratanya mencapai 60? Fahrenheit. Namun, pemanasan Global menjadi permasalahan dan yang masih menjadi perdebatan ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfir mengalami peningkatan. Akankah kondisi peningkatan konsentrasi gas ini menjadi permasalahan yang harus mendapat perhatian lebih?

C. Perumusan Masalah
Dimulai dari jaman revolusi industri, konsentrasi gas karbon dioksida di atmosfer telah meningkat hampir sebesar 30 %, konsentrasi gas metan meningkat hampir dua kali lipat, dan konsentrasi NO2 berkurang sekitar 15 %. Peningkatan gas-gas ini menyebabkan kemampuan atmosfer untuk menahan panas menjadi lebih besar. Sulfat aerosol, yaitu polutan udara yang umum ditemui, mendinginkan atmosfer dengan merefleksikan kembali radiasi cahaya dari matahari ke luar angkasa. Tetapi senyawa sulfat ini mempunyai siklus umur yang pendek di atmosfer.

Mengapa konsentrasi gas efek rumah kaca dapat meningkat? Para ilmuwan berasumsi bahwa pembakaran dari bahan bakar fosil dan beberapa aktifitas manusia yang memicu dan menjadi penyebab utama meningkatnya konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Respirasi dari tanaman dan proses dekomposisi bahan organic melepaskan karbon diokasida sepuluh kali lebih banyak dari yang mampu dihasilkan oleh aktifitas manusia, tetapi selama berabad-abad pelepasan karbon diokasida ini diimbangi dengan penyerapan karbon dioksida oleh vegetasi terestial dan laut.

Yang menyebabkan keseimbangan ini terganggu adalah adanya pelepasan tambahan yang disebabkan oleh aktifitas manusia. Bahan bakar fosil dibakar sebagai sumber energi untuk menggerakan hampir seluruh peralatan manusia. Meningkatnya kegiatan agricultural, penggundulan hutan, dibukanya area kosong sebagai tempat pembuangan, produksi industri, dan pertambangan juga meningkatkan emisi dengan bagian yang cukup signifikan.

Untuk meramalkan tingkat emisi yang akan terjadi di masa depan merupakan suatu tugas yang sulit, karena hal itu bergantung kepada keadaan demografi, ekonomi, teknolofi, peraturan dan perkembangan institusi. Beberapa peramalan telah dilakukan, dan hasilnya memproyeksikan bahwa pada tahun 2100, konsentrasi karbon dioksida akan meningkat sebesar 30% hingga 150% dari jumlah sekarang.

D. Tujuan Penelitian
Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh manakah pemanasan Global ini telah terjadi? dan penyebab pastinya apa? Semua ini masih merupakan tanda Tanya bagi manusia. Karena sampai sekarang manusia belum mendapatkan penyebab pasti dari pemanasan Global ini dan manusia juga mau mencari kebenaran mengenai efek dari pemanasan Global yang akan dialami oleh manusia sendiri, makhluk hidup maupun lingkungan di sekitarnya. Jika pemanasan Global ini terjadi maka efek yang ditimbulkan bukan hanya di alami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan demikian akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air atau dan sebagainya. Oleh karena itu melalui penelitian ini diharapkan agar manusia dapat lebih mencegah aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan Global seperti mengadakan kegiatan rumah kaca, pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat, dan lain-lain.

E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan Global ini adalah :
• Untuk mengetahui secara jelas apakah itu pemanasan Global ?
• Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan Global
• Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
• Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan Global
• Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasan Global tersebut.

Kerangka Teori

A. Pengertian
Sebagai permulaan Karya Tulis ini dan untuk memudahkan pengertian dan persamaan persepsi dalam identifikasi teori dan pembahasan selanjutnya. Berikut akan diuraikan mengenai pengertian berbagai terminology yang digunakan.
1. Pengertian Global Warming atau Pemanasan Global
Global Warming secara harfiah diterjemahkan sebagai pemanasan Global. Terjadinya pemanasan Global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa energi panas yang dipancarkan berasal dari matahari yang masuk ke bumi menciptakan cuaca dan iklim serta panas pada permukaan bumi secara Global.
2. Pengertian Green House Effect atau Efek Rumah Kaca
Kondisi yang menyerupai akibat yang ditimbulkan dalam rumah kaca terjadi pula dalam bumi ini, yaitu terperangkapnya energi dalam permukaan bumi oleh konsentrasi gas-gas dalam lapisan atmosfir. Pada kenyataannya, pemanasan Global merupakan peningkatan suhu bumi secara bertahap sebagai akibat dari peningkatan konsentrasi gas efek rumah kaca dalam lapisan luar atmosfir. Dan ketika bumi meradiasikan kembali energi yang diterimanya ke luar angkasa, sebagian dari energi matahari yang masuk ke bumi, terperangkap dalam permukaan bumi akibat terhalang oleh gas-gas dalam atmosfir seperti uap air dan karbon dioksida.
3. Pengertian Perubahan Cuaca
Peningkatan konsentrasi gas pada lapisan atmosfir telah mempercepat perubahan rata-rata cuaca. Sejak abad 19 yang lalu sampai dengan abad 20, temperatur permukaan bumi telah mengalami peningkatan 0.5 – 1.0 ?F. Dan perkiraan peningkatan suhu permukaan bumi rata-rata menurut para ahli akan mencapai 1-4.5 ?F atau 0.6-2.5 ?C dalam 50 tahun mendatang tergantung pada wilayah di bumi.Pembuktiannya terlihat dalam perubahan kondisi nyata yang terjadi dengan mancairnya salju pada Northern Hampshire dan menurunnya es apung pada Samudra Arktik.
Secara Global, permukaan laut telah mengalami kenaikan lebih dari 4-8 inchi pada abad lalu. Penguapan yang terjadi pada dunia telah meningkat sekitar 1% dan frekuensi terjadinya hujan pun telah meningkat.
Gas-gas ditimbulkan dari berbagai macam kegiatan manusia, seperti kegiatan dalam perindustrian dan pembakaran, akan terkonsentrasi dalam atmosfir dan akan menyebabkan terperangkapnya energi matahari yang masuk ke dalam bumi. Energi yang tidak teradiasi ini sama kondisi dengan yang terjadi pada rumah kaca, sehingga energi tersebut akan tetap tersimpan dalam permukaan bumi dan menyebabkan pemanasan Global pada permukaan bumi.


B. Penelitian yang Relevan
Untuk menyusun Karya Tulis ini, penulis mengambil referensi dari penelitian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak yang memang memiliki keahlian yang relevan, terutama dalam topik ini adalah para pemerhati dan peneliti lingkungan. Berbagai penelitian telah dilakukan secara internasional, karena memang masalah ini menyangkut manusia secara keseluruhan, jadi tidak terbatas oleh negara dan ras.
Sebagai pemicu untuk memulai penelitian, ada beberapa pertanyaan yang harus dicari jawabannya dalam penelitian yang akan dilakukan. Berikut ini adalah pertanyaan kunci yang melandasi penelitian tersebut:
• Apa itu pemanasan Global?
• Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan Global benar-benar terjadi? Dan seberapa besar tingkat kepercayaan dan keakuratan dari bukti-bukti tersebut?
• Apa efek-efek yang dibawa oleh pemanasan Global?
• Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan Global kemungkinan disebabkan oleh gas-gas efek rumah kaca?
• Apa yang dapat dan harus dilakukan berkenaan dengan pemanasan Global, apabila hal ini memang terjadi dan disebabkan oleh polutan-polutan di uadara dan emisi?
• Dan apabila pemanasan Global tidak terjadi, apakah ada alasan lain untuk mengendalikan emisi polutan yang terjadi pada atmosfer bumi?

Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia akan dijelaskan di bawah ini:
1. Pada tanggal 26/04/2002, Para ilmuwan menyatakan temperatur Global selama 3 bulan pertama di tahun 2002 telah mengalami peningkatan, dan lebih tinggi dari temperatur yang pernah dicapai buni dalam 1000 tahun terakhir. Penelitian ini dimotori oleh Dr. Geoff Jenkins, direktur UK government’s Hadley Centre yang khusus meneliti dan memprediksikan perubahan iklim dunia.
2. Pada tanggal 24/12/1999, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, James Baker, sekretaris dari U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration, bersamaa dengan Peter Ewins, ketua dari British Meteorological Office, memperingatkan bahwa iklim dunia berubah dengan cepat, dan manusia harus segera menindaki perubahan ini dengan mencoba untuk mengurangi emisi karbon dioksida ke udara.
3. Pada tanggal 01/03/1999, American Geophysical Union, suatu badan keilmuan internasional yang membawahi sekitar tiga puluh lima ribu ilmuwan yang mengkhususkan diri pada penelitian tentang Bumi dan planet-planet mengeluarkan pernyatan yang berani mengenai perubahan iklim dan hubungannya dengan gas-gas efek rumah kaca. Pernyataan ini dikeluarkan setelah mengadakan serangkaian penelitian mengenai pemanasan Global.
4. Pada tanggal 17/01/2002, didapatkan data dari statelit dari hasil penelitian yang dilakukan oleh NASA di Langley Research Centre, yang membantah pernyataan Richard Lindzen, seorang skeptis, yang menyatakan bahwa pengurangan jumlah awan di daerah tropis akan menyebabkan pendinginan terhadap bumi dan mengatasi pemanasan Global yang mungkin terjadi. Hasil penelitian NASA menunjukkan bahwa awan-awan ini akan memperkuat efek rumah kaca, dan memicu terjadinya pemanasan Global.
5. Pada tanggal 18/12/2001, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Organisasi Meteorologi Dunia memperingatkan bahwa temperatur Global mengalami peningkatan tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu lalu.


D. Hipotesis

• Pemanasan Global memang benar-benar ada.
• Pemanasan Global telah lama terjadi.
• Pemanasan Global terjadi karena gas-gas yang dihasilkan seperti Co2,No2, dan lain-lain.
• Adanya gas-gas seperti Co2 dan No2 menyebabkan radiasi sinar matahari yang sampai ke bumi terperangkap karena efek rumah kaca.
• Adanya pemanasan Global menyebabkan suhu di permukaan bumi semakin lama semakin meningkat.
• Dari penelitian yang telah dilakukan sejumlah ilmuwan, pemanasan Global membawa dampak negatif bagi bumi.

SERIKAT PEKERJA

BAB I
PENDAHULUAN

A . Latar Belakang
Serikat pekerja di indonesia erat hubunganya dengan Sejarah Pergerakan Buruh Indonesia .Dan semua ini juga hasil dari kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Pada 15 September 1945 lahir sebuah organisasi massa buruh yang bernama BBI (Barisan Buruh Indonesia). BBI mengutamakan barisan buruh untuk memudahkan mobilisasi oleh serikat sekerja dan Partai Buruh. Dalam kongresnya pada bulan September 1945 yang dihadiri oleh kaum buruh dan tani, tercetuslah Partai Buruh Indonesia. BBI juga sepakat untuk menuntaskan revolusi nasional. Untuk mempertahankan tanah air dari serangan musuh, BBI membentuk Laskar Buruh bersenjata di pabrik pabrik. Untuk kaum perempuan dibentuk Barisan Buruh Wanita (BBW).
BBI dilebur menjadi GASBI (Gabungan Serikat Buruh Indonesia) pada 1946. Serikat buruh yang tidak sepakat dengan struktur GASBI keluar dan membentuk GASBV (Gabungan Serikat Buruh Vertikal). Tetapi pada bulan November, tahun yang sama, atas usaha Alimin dan Harjono, GASBI dan GASBV berhasil dilebur menjadi SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia).
SOBSI sempat mengalami perpecahan akibat perbedaan sikap dalam menanggapi perjanjian Renville pada 1948. Tetapi tidak lama kemudian SOBSI berhasil kembali mengkonsolidasikan pecahan-pecahannya. Bahkan dalam pernyataan politiknya tahun 1948, SOBSI kemudian menegaskan menolak perjanjian Renville. SOBSI kemudian menyatakan keluar dari HISSBI (Himpunan Serikat-serikat buruh Indonesia) karena perbedaan garis politik.

Soekarno mengeluarkan dua konsepsi mengenai kabinet karya dan dewan nasional pada tahun 1957. Kabinet karya ini adalah kabinet eksekutif yang menampung orang-orang di parlemen dan partai politik. Buruh sebagai golongan fungsional mendapatkan tempat di Dewan Perancang Nasional. Anggota Dewan ini 77 orang, dan dari 77 itu ada lima wakil angkatan buruh/pegawai yaitu dari SOBSI, SOBRI,RKS dan dua orang dari KBKI.Sementara di Dewan Pertimbangan Agung, duduk dua orang wakil dari buruh yaitu dari SOBSI dan KBKI.

Dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) didirikan sebagai satu-satunya serikat buruh yang diakui pemerintah pada 1973.



B. Tujuan

Adapun tujuan dari pembahasan kali ini yaitu :
• Dapat memahami tentang serikat pekerja.
• Mengetahui Tujuan serikat pekerja.
• Dapat mengetahui Sifat serikat pekerja.
• Mengetahui Sistem Pengorganisasian Serikat Pekerja.
• Dapat mengetahui Hak-hak anggota.
• Mengetahui Kewajiban Anggota.
• Dapat mengetahui Wewenang Pengurus.
• Mengetahui Struktur atau Susunan Musyawarah dan Rapat-rapat.
• Dapat mengtahui Masa Jabatan Pengurus.
• Mengetahui Perlindungan Bagi Pengurus Serikat Pekerja.
• Mengetahui Keuntungan Yang Diperoleh Bila Pekerja Menjadi Anggota Serikat pekerja.
• Dapat mengetahui Siapa Saja Yang Berhak Menjadi Anggota dengan serikat pekerja.





BAB II
PERMASALAHAN

Dalam penjelasan kali ini kita akan membahas mengenai serikat pekerja. Apakah dalam bekerja di dunia kerja kita dapat menyalurkan hasrat berorganisasi. Oleh karena itu hal ini sangant menarik sekali untuk dibahas. Dalam makalah ini akan dibahas, antara lain:


• Apa serikat pekerja?
• Apakah Tujuan serikat pekerja?
• Bagaimana Sifat serikat pekerja?
• Bagaimana Sistem Pengorganisasian Serikat Pekerja?
• Apa Hak-hak anggota?
• Bagaimana Kewajiban Anggota?
• Apa Wewenang Pengurus?
• Bagaimana Struktur atau Susunan Musyawarah dan Rapat-rapat?
• Bagaimana mengetahui Masa Jabatan Pengurus?
• Adakah Perlindungan Bagi Pengurus Serikat Pekerja?
• Keuntungan Apa Saja Yang Diperoleh Bila Pekerja Menjadi Anggota Serikat pekerja ?
• Siapa Saja Yang Berhak Menjadi Anggota dengan serikat pekerja?

Dalam dunia kerja anda sering terpikir dengan pertanyaan-pertanyaan diatas apakah manfaat dari semua ini .oleh karena itu didalam makalah ini kami akan menguraikan sedikit tentang tujuan dan manfaat yang akan kita dapatkan bila menjadi anggota serikat pekerja.

Didalam makalah ini juga menerangkan tentang dasar hukum yang memayungi seriakat pekerja seperti di Undang-undang Dasar Negara RI Th. 1945.








BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian serikat pekerja

Serikat Pekerja atau serikat Buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja atau buruh baik diperusahaan maupun diluar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja atau buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/ buruh dan keluarganya.
Dan Serikat Pekerja atau Buruh itu sendiri dibentuk berdasarkan:

1. Undang-undang Dasar Negara RI Th. 1945
2. Piagam PBB tentang Hak2 azazi manusia Pasal 20 (ayat 1) dan pasal 23 (ayat 4)
3. UU No. 18 th. 1956 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 98 mengenai Hak berorganisasi dan Berunding bersama
4. KePres No. 23 th. 1998 tentang Pengesahan Konvensi ILO NO. 87 tentang kebabasan berserikat dan perlindungan hak berorganisasi
5. KeMenaker No. PER-201/MEN/1999 tentang Pendaftaran Serikat Pekerja
6. KepMenaker No. PER-16/MEN/2000 tentang tata cara Pendaftaran Serikat Pekerja
7. UU No. 21 th. 2000 tentang Serikat Pekerja (SP)
8. UU No. 13 th. 2003 tentang Ketenagakerjaan
9. UU No. 2 th. 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI)
10. Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Serikat Pekerja yg bersangkutan



B. Tujuan serikat pekerja

Tujuan serikat pekerja ialah terbinanya pekerja menjadi pekerja yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, profesional, dihargai harkat dan martabatnya, memiliki daya tawar yang tinggi, terlindung hak-hak kepentingannya secara adil, terpenuhi kesejahteraannya serta tumbuhnya rasa persaudaraan yang tinggi diantara pekerja.



C. Sifat serikat pekerja

Serikat bersifat independen, ikhlas, jujur, musyawarah, profesional dan tanggung jawab tanpa campur tangan pihak lain.

D. Sistem Pengorganisasian Serikat Pekerja

1. Serikat Pekerja diorganisir atas dasar jenis Pekerja (Craft Union). Dalam sistem ini pekerja mengorganisir dirinya menurut jenis pekerjaan. Contoh: Sopir bergabung dg sopir namanya Serikat pekerja Sopir. Tehnis Kontruksi bangunan bergabung dengan teknis Kontruksi bangunan namanya Serikat Pekerja Teknis Kontruksi bangunan ,serikat pekerja pekapalan dll.
2. Serikat Pekerja diorganisir atas dasar jenis Industri (Industrial Union). Dalam sistem ini pekerja mengorganisir dirinya berdasarkan industri/ lapangan kerja. Contoh: Pekerja tekstil sandang dan kulit bergabung dalam serikat pekerja tekstil, sandang dan kulit, tanpa memperdulikan jenis pekerjaan dari masing-masing pekerjaannya.


E. Hak-hak anggota :

1. Hak berbicara dan berpendapat atau mengeluarkan pendapat.
2. Hak mencalonkan, memilih dan dipilih.
3. Hak usul dan menyokong usul perubahan terhadap kebijaksanaan organisasi didalam forum musyawarah atau rapat.
4. Hak memperoleh informasi, bimbingan, pendidikan, perlindungan dan pembelaan dari organisasi (Serikat Pekerja).
5. Hak mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi (Serikat Pekerja).
6. Hak membela diri.
7. Hak-hak lain yang ditentukan dalam peraturan atau keputusan2 oraganisasi (Serikat Pekerja).

F. Kewajiban Anggota :

1. Mentaati Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), peraturan-peraturan dan keputusan organisasi (Serikat Pekerja).
2. Membela dan menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan organisasi (Serikat Pekerja).
3. Mengamankan dan melaksanakan keputusan-keputusan dalam program-program organisasi serta membantu pimpinan dan pengurus dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi (Serikat Pekerja).
4. Mengikuti kegiatan yang ditentukan organisasi (Serikat Pekerja).
G. Wewenang Pengurus:
1. Menetapkan kebijaksanakan umum organisasi.
2. Menyelesaikan perbedaan pendapat didalam tubuh organisasi atau antar anggota yang tidak terselesaikan sesuai dengang ketentuan organisasi.
3. Dalam keadaan luar biasa yang dapat membahayakan Organisasi maupun Negara, dapat mengambil tindakan terhadap anggota yang berupa teguran atau pembekuan dari keanggotaan.

H. Struktur atau Susunan Musyawarah dan Rapat-rapat :
1. Musyawarah, diadakan 2tahun sekali.
2. Musyawarah luar biasa, diadakan sewaktu-waktu bilamana organisasi (Serikat Pekerja) dalam keadaan darurat atau membahayakan Persatuan dan Kesatuan.
3. Rapat Kerja, diadakan 1tahun sekali.
4. Rapat Pleno, diadakan 3bulan sekali.
5. Rapat Pengurus Harian, diadakan 1bulan sekali.

I. Masa Jabatan Pengurus :
1. Masa jabatan pengurus adalah 2tahun
2. Masa jabatan Ketua maksimal 2 kali periode dan tidak dapat dipilih kembali.
3. Syarat menjadi Pengurus adalah karyawan yang sudah bekerja selama 1 tahun di perusahaan.



J. Perlindungan Bagi Pengurus Serikat Pekerja.

1. Pengurus Serikat Pekerja dilindungi dari :
1. Larangan dan atau mengharuskan keluar dr serikat pekerja.
2. Tindakan PHK atau
3. Merugikan pekerja karena melaksanakan organisasi diluar jam kerja atau dalam waktu jam kerja atas persetujuan pengusaha.

2. Pengurus Serikat Pekerja dilindungi dari tindakan2 pembedaan anti serikat pekerja berhubung degan pekerjaannya.


K. Keuntungan Yang Diperoleh Bila Pekerja Menjadi Anggota Serikat pekerja.

1. Bergabung dengan serikat pekerja akan diupayakan meningkatkan iman dan taqwa dikalangan pekerja.
2. Bergabung dengan serikat pekerja , akan tumbuh kesetiakawanan sosial dan kekuatan bagi kaum pekerja.
3. Bergabung dengan serikat pekerja , pekerja akan mudah memperjuangkan peningkatan Kesejahteraan dan Perlindungan yang maksimal.
4. Tanpa Berserikat, pekerja akan mudah diperlakukan tidak adil oleh pihak-pihak terkait.


L. Siapa Saja Yang Berhak Menjadi Anggota dengan serikat pekerja.

Semua pekerja yang bekerja di perusahaan swasta, perusahaan negara maupun sebagai pegawai negeri dengan menerima upah. Berhak menjadi anggota serikat pekerja tanpa adanya diskriminasi (pembedaan agama, kepercayaan, politik, warna kulit, suku dan jenis kelamin).







BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Serikat pekerja sangat penting bagi pekerja dan pengusaha dimana dengan serikat pekerja akan terjalin komunikasi di antara kedua belah pihak.Dengan serikat pekerja ,para pekerja akan terjamin hak-hak mereka dan sedangkan untuk pengusaha sendiri akan terjamin pula kewajiban-kewajiban para pekerja kepada pengusaha itu sendiri.dan serikat pekerja sendiri dilindung juga dengan undang-undang di negara kita ,oleh karena itu serikat pekerja harus dan jelas setatusnya.

Serikat pekerja di kelompokan berdasarkan dari jenis pekerja dan jenis industri. Serikat pekerja juga bertujuan untuk menyejahterakan para anggotanya.

Bayi 21 Bulan Jago Berenang


Entah patut diacungi jempol atau harus dikasihani. Sejak berusia 4 bulan, bayi asal China ini telah diajari berenang. Hasilnya, kini dalam usia 21 bulan, Xiao Xingwa, akan menggelar debut perdananya sebagai perenang profesional.

"Xingwa sangat suka dengan air dan dapat melakukan berbagai aksi di air. Ia merasa air seperti rumahnya sendiri hingga terkadang ia sampai tertidur di kolam," ujar kakek Xingwa, Wang, seperti dilansir Ananova.

Xingwa hidup bersama kakeknya di daerah Pantai. Orang tuanya tengah berada di Prancis untuk bekerja. Sejak berusia 4 bulan, Wang telah mengajari bayi itu berenang.

Pada awalnya, sang kakek melatihnya di laut yang dipercayanya juga baik bagi perkembangan sang cucu. Namun hal itu tidak berlangsung lama, sebab banyak orang yang menduganya melakukan tindak kekerasan terhadap Xingwa. Bahkan, ia sempat dilaporkan ke polisi.

"Akhirnya putri saya mengirimkan satu set peralatan kolam renang rumah yang dapat saya buat di ruang istirahat. Sehingga sekarang ia dapat berenang setiap hari," jelas Wang.

Xinwang kini telah menjadi perenang profesional di China. Rabu (9/9), ia akan memperlihatkan kehebatannya di depan umum di resort laut Dongshan. Tiket penampilan perdananya itu telah habis terjual.

Domba Seharga Rp 3,78 Miliar


Sungguh mahal nian harga domba satu ini. Domba jantan yang dinamai Deveronvale Perfection itu laku GBP 231 ribu (sekitar Rp 3,78 miliar) dalam lelang ternak di Skotlandia akhir pekan lalu. Oleh pemiliknya, domba yang asal-usulnya didatangkan dari Belanda itu dijadikan pejantan agar menghasilkan keturunan unggul. Hmmm bagaimana rasanya ya bila dijadikan sate.